5 Penyebab Sulit Buang Air Kecil atau Retensi Urine

Apa itu retensi urine? Ketahuilah bahwa kondisi ini lebih banyak diderita oleh pria, dibanding wanita. Retensi urine sendiri adalah suatu masalah kesehatan di kandung kemih yang membuat penderitanya kesulitan untuk melakukan pengosongan urine atau mengeluarkan urine. Artikel ini akan mengulas penyebab sulit buang air kecil atau kencing, atau disebut dengan retensi urine.

Masalah di kandung kemih tersebut bisa diatasi, tergantung penyebabnya, dan cara pengobatannya pun akan berbeda. Penyakit retensi urine ini bisa terjadi dalam jangka waktu lama atau secara tiba-tiba. Untuk mendapat pengobatan tepat, amat perlu mengetahui penyebabnya.

Inilah Beberapa Penyebab Sulit Buang Air Kecil (kencing) Retensi Urine

Penyebab retensi urine ini sebetulnya memiliki dua penyebab utama yakni terdapat sumbatan di uretra, ini biasanya terjadi karena adanya pembesaran prostat pada pria. Lalu yang kedua adalah adanya gangguan pada sistem saraf yang berkaitan dengan saluran kemih. Gangguan saraf ini akan menggangu komunikasi antar otak dan otot di saluran kemih, sehingga sebabkan penderita kesulitan buang air kecil atau retensi urine.

Ada penyebab lain yang bisa sebabkan seseorang mengalami kesulitan buang air kecil (retensi urine), antara lain:

  • Dampak operasi

Orang yang pernah melakukan operasi di area kandung kemih atau prostat memiliki risiko menderita retensi urine. Lantaran, luka bekas operasi akan meninggalkan jaringan parut. Inilah yang menjadi penyebab penyempitan saluran uretra, dan sebabkan retensi urine.

  • Terdapat infeksi

Infeksi juga dapat menjadi penyebab retensi urine. Tidak hanya di sekitar area kandung kemih, bisa juga di sekitar area sumsum tulang belakang. Infeksi di area sekitar sumsum tulang belakang bisa menyebab bengkak yang bisa saja menekan bagian saraf pengatur pengeluaran urine, sehingga retensi urine terjadi.

Bisa pula infeksi penyebab radang dan bengkak di saluran kemih menyebabkan uretra tertekan, yang memungkinkan retensi urine terjadi.

  • Batu kandung kemih

Pembentukan batu di kandung kemih bisa terjadi akibat penderita mengalami kondisi atau kebiasaan yang sebabkan urine tidak sepenuhnya keluar dari kandung kemih, semisal kondisi pembesaran prostat atau kebiasaan menahan kencing. Batu tersebut terbentuk dari mineral di dalam urine yang mengkristal di kandung kemih.

Bila kondisi di atas yakni pengkristalan mineral (yang terdapat dalam urine) terjadi berkepanjangan, akan menyebabkan terbentuknya batu yang cukup besar untuk memblokir aliran urine dan pada akhirnya sebabkan retensi urine.

  • Prolaps uteri

Kondisi rahim turun (yaitu pada wanita) dari lokasi tempatnya akibat berbagai kondisi, semisal persalinan yang sulit atau umur yang bertambah bisa menekan saluran kemih kemudian menyebabkan retensi urine.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Ada beberapa obat, termasuk antidepresan, pelega pernapasan, pelemas otot, dan obat untuk mengatasi gangguan kandung kemih yang mungkin bisa picu terjadinya retensi urine.

Jenis Retensi Urine

Dua jenis retensi urine berdasarkan lama terjadinya.

Retensi urine akut–Keluhan: rasa ingin kencing, tapi urine tidak keluar.

Keluhan tersebut akan mengganggu, sebabkan nyeri, bahkan bisa sebabkan bengkak di area bawah perut sekitar kandung kemih. Retensi urine akut ini umumnya terjadi secara tiba-tiba.

Retensi urine kronis–Keluhan: rasa ingin buang air kecil (yang tidak mendesak atau bisa ditahan), namun ketika ingin dikeluarkan tidak kunjung keluar. Sekalipun bisa, urine yang dipancarkannya lemah.

Setalah kencing tersebut si penderita akan merasa kencing tidak tuntas, sehingga merasa tidak nyaman karena ingin terus kencing, meski baru saja kencing.

Obat Herbal Untuk Retensi Urine atau Kesulitan Buang Air Kecil

Menggunakan obat-obatan yang umumnya digunakan, yaitu obat berbahan kimia mungkin bagi sebagian orang terasa membuat efek samping yang bisa memperparah kondisi kesehatan atau tidak menyukai rasanya, atau berbagai alasan lainnya.

Dan mungkin saja obat berbahan alami bisa menjadi solusi untuk mengatasi hal di atas. Baik itu yang dibuat sendiri atau merupakan sebuah produk obat herbal. Di paragraf ini Anda akan direkomendasikan sebuah produk obat herbal berbahan teripang emas dengan khasiat mampu mengatasi retensi urine secara alami.

Produk herbal QnC Jelly Gamat

Inilah produk obat herbal yang dibentuk dari berbagai bahan alami, dengan teripang emas sebagai bahan dominannya. Produk ini bernama QnC Jelly Gamat, sebuah produk suplemen atau obat yang bisa mengatasi beragam masalah kesehatan.

QnC Jelly Gamat diproduksi oleh CV. Jogja Natural Herbal. Perusahaan ini adalah industri lokal yang dalam proses produksinya menggunakan peranti-peranti dengan kehigienisan tinggi. Peranti-peranti ini melakukan ekstraksi berkonsentrasi tinggi yang akan mengkonversi bahan-bahan (pembentuk QnC Jelly Gamat) menjadi partikel kecil yang dapat dengan mudah diserap oleh tubuh.

Kandungan dalam produk ini sudah dilakukan pengujian lab DEPKES dan BPOM RI, sehingga Aman untuk dikonsmsi. Sudah pula mengantongi sertifikat halal MUI.

Legalitas DEPKES P-IRT No 109321601291-1229
BPOM RI No Reg TR173301471

Obat herbal QnC Jelly Gamat mengandung sejumlah aktivitas biologis dan farmakologis unik yang bisa menjadi komponen penting dalam melakukan pengobatan terhadap retensi urine atau untuk mengatasi sulit buang air kecil.

Pesan QnC Jelly Gamat

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.