17 Cara Mengobati Dada Sesak Karena Batuk Berdahak Dengan yang Alami

Sering kali batuk berdahak sering menyerang, dan kondisinya bahkan bisa sebabkan dada sesak. Keluhan ini erat kaitannya dengan kondisi paru-paru yang bisa saja mengalami masalah, semisal radang atau infeksi. Selain itu, organ-organ pernapasan juga bisa menjadi pemicu batuk berdahak dan dada sesak. Tapi dapat pula akibat kondisi lain. Pengobatan yang mungkin bisa menjadi penyembuh alternatif kondisi tersebut adalah obat herbal atau alami. Cara mengobati dada sesak karena batuk berdahak ini bisa dengan beberapa bahan-bahan alami.

Oleh karena keluhan tersebut yang mungkin banyak diderita, tulisan ini akan di isi dengan penjelasan beberapa penyebab yang sebabkan batuk berdahak hingga sebabkan dada sesak. Dan pula akan membahas bahan-bahan alami yang bisa menjadi obat alami, disertai pula dengan rekomendasi produk obat herbal. Terkait produk obat herbal, pastinya adalah produk yang sudah terdaftar di BPOM dan memiliki sertifikat halal MUI.

Bahan alami teripang emas adalah bahan terbaik untuk mengobati beberapa kondisi yang sebabkan batuk berdahak dan dadak sesak. Mengenai teripang emas, produk obat herbal yang akan direkomendasikan pun terbentuk dari teripang emas ini.

Kondisi yang Bisa Sebabkan Batuk Berdahak Hingga Dada Sesak

Keluhan batuk memanglah gejala umum yang sering dirasakan, bahkan disertai dengan batuk. Batuk sendiri adalah mekanisme yang dimiliki tubuh sebagai bentuk pertahanan terhadap partikel asing dari luar tubuh atau hal lainnya dari dalam tubuh.

Tidak hanya sebagai pertahanan batuk pula bisa menjadi tanda tubuh menderita masalah kesehatan, terutama di organ paru. Berikut adalah beberapa kondisi dengan batuk berdahak hingga dada sesak sebagai gejalanya.

Flu yang berulang

Infeksi yang disebabkan oleh virus di sistem pernapasan ini tidak hanya dapat sebabkan gejala seperti biasanya, bila flu ini terjadi berulang bisa pula sebabkan dada sesak. Gejala flu yang biasanya dirasakan adalah batuk-batuk, pegal-pegal, nafsu makan berkurang, demam, dan tenggorokan sakit.

Penyakit flu ini gejalanya termasuk singkat, penderita yang mengalami flu akan merasakan gejala dalam waktu satu hingga tiga hari pasca terinfeksi. Hal ini disebabkan singkatnya masa inkubasi virus flu.

Perlu diketahui bahwa pilek tidak serupa dengan flu. Karena virus penyebab flu dan pilek berbeda. Masa inkubasi virus flu termasuk singkat, dengan gejala yang lebih parah. Sedang untuk pilek kondisi penderita umumnya akan parah secara bertahap dengan gejala ringan.

Asma

Radang di saluran pernapasan atau saluran napas yang menyempit dan terjadi dalam jangka panajng atau kronis, inilah penyakit asma. Penderita asma akan merasakan sesak atau sulit untuk bernapas. Bisa juga mengalami nyeri dada, mengi, dan batuk-batuk.

Penyakit asma ini bisa diderita oleh siapa saja, muda atau tua. Dan untuk penyebabnya masih belum diketahui pasti. Tapi beberapa hal yang mungkin kerap memicu asma, semisal debu, asap rokok, bulu binatang, aktivitas fisik, udara dingin, infeksi virus, atau paparan zat kimia.

Organ paru-paru penderita asma akan lebih sensitif dibanding orang normal. Misal, saat teriritasi pemicu yang telah disebut, otot-otot di saluran pernapasan penderita akan kaku dan menyempit. Ditambah paru-paru penderita akan meningkatkan produksi dahak, ini akan membuat penderita sulit bernapas.

Rinitis alergi

Di dalam hidung terdapat membran mukosa dengan fungsi melembapkan dan juga bertindak sebagai sistem pertahanan. Membera mukosa ini bisa mengalami peradangan atau iritasi, kondisi ini disebut dengan rinitis. Dan penyakit ini sendiri terdapat dua jenis, yaitu rinitis alergi dan nonalergi.

Kondisi rinitis alergi ini terjadi akibat beberapa unsur yang picu alergi, seperti sebuk sari, debu, dan kelupasan kulit hewan tertentu. Gejalanya sendiri mirip pilek, seperti:

  • Bersin-bersin
  • Sensitivitas penciuman berkurang
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Merasakan tidak nyaman atau iritasi ringan di area sekitar hidung

Gejala-gejala di atas pada rinitis alergi akan terjadi setelah terpapar alergen atau pemicu alergi. Dalam kondisi parah, penderita akan merasakan gejala sepanjang hari yang bisa mengganggu tidur dan kegiatan sehari-hari. Akan tetapi kebanyakan penderita merasakan gejala ringan yang bisa dengan mudah diobati.

Radang tenggorokan

Mikroorganisme bakteri atau virus yang menginfeksi saluran pernapasan atas, tepatnya pada tenggorokan dan membuat tenggorokan meradang. Biasanya penyakit ini menyerang remaja dan anak kecil.

Infeksi yang terjadi di tenggorokan tersebut umum diakibatkan oleh virus atau bakteri yang sebabkan pilek. Ada kondisi sakit tenggorokan yang disebabkan oleh selain virus dan bakteri, namun ini jarang terjadi. Beberapa penyebab lain tersebut adalah:

  • Udara kering
  • Iritasi oleh alkohol atau rokok
  • Tumor mengandung kanker di tenggorokan
  • Tegang otot di tenggorokan
  • Alergi
  • Penyakit asam lambung

Untuk gejala dari sakit tenggorokan adalah sakit kepala, batuk, iritasi, hidung beringus, nyeri otot, kelenjar di leher membengkak, gatal di tenggorokan, sakit dan sulit menelan, dan amandel meradang.

Radang amandel

Tonsilitis atau radang amandel merupakan peradangan yang terjadi di amandel. Radang tersebut disebabkan oleh bakateri atau virus. Gejala khas dari tonsilitis ini adalah sakit di tenggorokan, amandel yang membengkak, sulit menelan, demam, dan kelenjar di leher membengkak. Untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya, apakah bakteri atau virus.

Mayoritas kasus tonsilitis disebabkan oleh virus. Berbagai jenis virus dapat menajdi penyebab tonsilitis ini, tapi yang paling umum sebabkan radang amandel ini adalah virus yang biasanya sebabkan pilek.

Sakit tenggorokan sering menjadi gejala awal dari radang amandel ini, dengan kondisi ringan hingga berat yang berlangsung lebih dari 2 hari. Disertai gejala lainnya, seperti sulit menelan atau terasa sakit saat menelan, kelenjar di leher bengkak, bau mulut, demam, sakit kepala, kelelahan, sakit perut, amandel menjadi membesar dan memerah, dan saat tidur mendengkur.

Pneumonia

Ini adalah kondisi infeksi yang terjadi pada paru-paru. Rupa dari gejalanya adalah menggigil, sesak nafas, batuk dengan dahak, demam, dan dada terasa sesak atau nyeri. Umumnya kondisi pneumonia ini bisa diatasi dengan antibiotik, tapi pada beberapa kasus penderita pneumonia memerlukan rawat inap, dan bahkan bisa sebabkan kematian.

Kondisi pneumonia disebabkan infeksi yang terjadi di kantung udara dalam paru-paru. Penyebab infeksinya bisa bakteri, virus, atau bahkan yang jarang terjadi adalah disebabkan jamur. Sebagian besar kasus pneumonia disebabkan oleh bakteri, dan untuk pneumonia virus lebih sering terjadi pada anak-anak.

Pada pneumonia virus perkembangan gejalanya terjadi secara perlahan selama beberapa hari, sedang untuk pneumonia bakteri biasanya berkembang dengan cepat.

Kebanyakan penderita pneumonia awalnya memiliki infeksi virus seperti pilek atau flu. Dan gejala dari pneumonia sendiri adalah demam tinggi, panas dingin, sesak napas, napas terengah-engah dan pendek, batuk dengan dahak (bisa disertai darah), dan nyeri dada.

Bronkitis

Peradangan yang terjadi di saluran udara di paru-paru dengan kondisi akut atau kronis menyebab penyakit bronkitis. Gejala spesifik dari penyakit bronkitis ini adalah batuk dan mengi. Penyakit ini sendiri bisa menjangkit siapa saja. Penderita bronkitis ini lebih rentan terkena pneumonia, yang merupakan infeksi paru-paru serius.

Radang yang terjadi pada saluran udara di paru menyebabkan saluran ini menyempit dan menghasilkan banyak lendir atau dahak, yang bisa menyumbat saluran udara, mengi, dan sesak napas.

Penyebab bronkitis akut yang paling umum adalah infeksi virus, bisa juga infeksi bakteri atau iritasi akibat lingkungan sekitar.

Untuk penyebab bronkitis kronis, bisa akibat merokok berat jangka panjang atau udara dilingkungan terkontaminasi zat kimia berbahaya yang dihirup setiap harinya.

Dan gejalanya sendiri adalah batuk kering, yang bisa berubah menjadi batuk berdahak. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah mengi dan sesak napas, disertai pula demam, radang tenggorokan, menggigil, dan kelelahan.

Laringitis

Laringitis adalah peradangan yang terjadi pada pita suara, ini membuat penderita mengalami suara serak. Radang tersebut bisa membuat pita suara membengkak, selain membuat suara serak penderita juga tidak akan bisa berbicara keras seperti biasanya.

Tanda atau gejala dari laringitis ini adalah suhu tubuh tinggi atau demam dan batuk. Disertai pula dengan sakit tenggorokan, sakit kepala, merasa kelelahan, kelenjar di leher menjadi bengkak, pilek, dan nyeri saat menelan.

Apa penyebab umum laringitis ini? Paling sering kondisi ini disebabkan oleh virus. Namun, bisa pula disebabkan oleh hal lain, semisal bakteri. Dan hal lainnya adalah infeksi jamur dari sariawan, terlalu sering menggunakan suara, alergi, refluks asam lambung, asap rokok, trauma atau cedera di leher, penyakit lainnya (semisal lupus atau rheumatoid arthritis), akibat mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Sinusitis

Sinus yang terdapat dalam hidung yang fungsinya membantu melembabkan udara ini bisa mengalami infeksi atau peradangan, kondisi ini disebut dengan sinusitis. Radang ini membuat aliran udara terhambat, yang membuat tekanan di dalam hidung dan akhirnya sebabkan rasa sakit dan gejala lainnya.

Paling sering kondisi ini terjadi akibat dari infeksi, tapi bisa juga hasil dari reaksi alergi. Kondisi sinusitis ini bisa akut atau kronis. Sumber dari infeksi di sinus ini biasanya adalah bakteri, meskipun bisa juga akibat dari infeksi virus dan jamur. Ada pula faktor yang bisa tingkatkan risiko sinusitis, yaitu infeksi saluran pernapasan atas, alergi, infeksi gigi, perubahan tekanan atmosfer, merokok dan polutan udara.

Salah satu gejala yang paling umum dari sinusitis adalah nyeri di area sekitar hidung. Rasa sakit tersebut bisa memburuk dengan membungkuk, batuk atau bersin. Gejala lainnya termasuk: Hidung tersumbat, terdapat kotoran di hidung, adanya lendir di bagian belakang tenggorokan, sakit tenggorokan, bau mulut, sakit kepala, demam, kelalahan, sensitivitas indra penciuman menurun, dan wajah merasa tertekan.

Jadi demikian beberapa penyebab dari batuk berdahak hingga bisa sebabkan dada sesak. Untuk cara mengobatinya di tulisan ini akan dibahas beberapa bahan alami yang mampu atasi kondisi di atas.

Bahan-bahan Alami Sebagai Cara Mengobati Dada Sesak Karena Batuk Berdahak

Ekstrak Daun Zaitun

Ekstrak daun zaitun merupakan peningkat sistem imun dan bisa mengobati kondisi flu. Kandungan utama untuk mengatasi flu adalah fitokimia oleuropein, dan disertai dengan aktivitas farmakologi, termasuk: antioksidan, anti-inflamasi, antikanker, antimikroba, antivirus, dsb.

Bahan alami ini bisa didapatkan dalam bentuk kapsul, minyak, atau teh. Untuk mengatasi flu bisa mengambil kapsul ekstrak daun zaitun atau dalam bentuk teh. Orang dewasa dan anak-anak bisa mengonsumsi teh daun zaitun ini beberapa kali sehari.

Konsumsi madu, lemon, dan teh

Menghidrasi tubuh penting sekali dalam mengatasi flu, dan tidak hanya dengan air, dan meminum secangkir teh herbal hangat, tambahkan pula madu dan lemon. Bukan sekadar penambah rasa tapi juga menambah nutrisi lainnya yang bisa meningkatkan penyembuhan flu.

Bawang putih

Jenis bawah yang satu ini dapat dijadikan sebagai obat alami untuk atasi banyak penyakit, terutama kardiovaskular, sebab ada sifat anti-radangnya. Lantaran asma ini merupakan penyakit radang, masuk akal bahwa bawang putih ini dapat membantu redakan gejala asma.

Kunyit

Akar yang berwarna kuning ini berdasarkan penelitian mengandung sifat antialergi. Dengan demikian bahwa kunyit ini memiliki efek pada histamin, yang merupakan penyebab peradangan. Sehingga bisa menjadi cara mengobati dada sesak karena batuk berdahak yang disebabkan oleh asma.

Cuka sari apel

Rinitis alergi yang sebabkan batuk berdahak ini dapat diatasi dengan cuka sari apel yang mengandung sifat antibiotik dan antihistamin. Dengan ini kondisi penderita bisa terbantu.

Cuka dari sari apel ini bisa mengurangi intensitas gejala rinitis alergi, seperti sering bersin, sakit kepala, hidung tersumbat, dan sebagainya. Dapat pula mengontrol respon sistem imun tubuh.

  • Tambahkan 2 sendok teh cuka sari apel ke dalam segelas air hangat.
  • Campurkan 1 sendok teh madu dan jus lemon.
  • Minum ini 3 kali sehari sampai merasa lebih baik.

Jahe

Ini merupakan obat alami yang bermanfaat untuk atasi batuk berdahak yang disebabkan rinitis alergi. Kandungan dalam jahe bekerja sebagai antihistamin alami, dan dilengkapi pula dengan anti-inflamasi, antibakteri, dan antivirus.

Bisa juga tingkatkan kekebalan tubuh, yang bisa meringankan gejala rinitis.

Tambahkan 1 sendok makan jahe parut, sedikit cengkeh dan sepotong kayu manis kecil ke dalam 1 cangkir air. Rebus selama 5 menit, saring dan tambahkan sedikit madu dan perasan lemon. Minum teh herbal ini hingga 3 kali sehari selama kondisi masih belum membaik.

Juga, kunyah potongan kecil jahe segar beberapa kali sehari, bisa pula memasukkan jahe dalam masakan.

Licorice

Tanaman asli Ropa dan Asia selatan ini memiliki kandungan yang dapat menjadi pengobatan tradisional untuk atasi beragam masalah kesehatan. Licorice ini memiliki sifat mirip dengan aspirin, yang bia membantu mengurangi sakit tenggorokan.

Zat yang terdapat dalam licorice ini secara signifikan bisa mengurangi rasa sakit di tenggorokan akibat peradangan.

Untuk mengonsumsinya bisa dengan cara berkumur atau di buat teh. Untuk caranya campurkan akar licorice ke dalam air panas yang mendidih, biarkan selama 5 menit. Kemudian saring dan dinginkan.

Kayu manis

Kayu manis ini termasuk rempah-rempah dengan aroma harum yang memiliki kandungan antioksidan tinggi dan memberikan manfaat dari antibakteri. Kayu manis ini termasuk obat yang baik untuk atasi pilek dan flu, juga digunakan dalam pengobatan cina untuk meringankan sakit tenggorokan.

Cara konsumsinya bisa dengan dibuat teh kayu manis. Atau bisa juga dijadikan campuran di segelas susu.

Daun kemangi

Tanaman ini efektif sekali untuk mengobati tonsilitis karena sifatnya antivirus dan antiperadangan. Ditambah, sifat penyembuh dan kualitas kandungan yang dapat menenangkan pembengkak, sehingga bisa mengurangi bengkak amandel dan rasa sakit serta bisa mempercepat proses penyembuhan.

  • Tambahkan 10 hingga 12 daun kemangi ke dalam setengah cangkir air.
  • Rebus selama 10 menit.
  • Saring dan tambahkan perasan lemon. ALternatifnya, bisa tambahkan satu sendok teh madu.
  • Minum ini tiga kali sehari selama dua hingga tiga hari.

Daun mint

Daun mint ini memiliki antimikroba, sehingga dapat secara efektif membunuh bakteri dan virus yang menyebabkan tonsilitis. Juga, mentol dalam mint ini menenangkan selaput lendir yang teriritasi dan bisa ringankan gejala.

Rebus satu gelas air dengan segenggam daun mint. Biarkan hingga mendidih, hingga airnya berkurang setengahnya. Saring, tambahkan satu sendok teh madu dan minum selagi hangat. Minum dua atau tiga kali sehari selama beberapa hari.

Bisa pula berkumur dengan air rebusan daun mint, lakukan ini beberapa kali sehari selama kondisi amandel belum membaik.

Cabai rawit

Cabai rawit memiliki kandungan capsaicin tinggi yang dapat merangsang pelepasan lendir dari saluran pernapasan. Hal tersebut bisa membantu membersihkan lendir dari sistem pernapasan. Cabai rawit juga merupakan sumber beta karoten yang baik, yang dapat membantu dalam meningkatkan selaput lendir yang sehat.

  • Campurkan beberapa perasan lemon dan sedikit cabe rawit dalam segelas air. Minumlah beberapa kali sehari.
  • Bisa juga mencampur cabai rawit dalam secangkir jus wortel. Keduanya bermanfaat untuk mengobati pneumonia.

Biji wijen

Obat herbal ini membantu mengeluarkan dahak, karena biji wijen bertindak sebagai ekspektoran alami.

  • Rebus satu sendok makan biji wijen dengan secangkir air.
  • Campur satu sendok makan biji rami (biji rami) dan mendidih.
  • Saring air rebusan tersebut dan tambahkan satu sendok teh madu dan sedikit garam.
  • Minum campuran ini sekali sehari.

Bawang merah

Laiknya bawang putih, bawang ini pula memiliki sifat antibiotik alami yang bisa membantu atasi bronkitis. Mengonsumsi bawang merah dengan cara di jus mampu mengeluarkan dahak yang terakumulasi di paru-paru.

Minyak eucalyptus

Sifat antivirus dan antibakterinya yang alami menjadikan minyak ini sebagai salah satu bahan terbaik untuk meredakan laringitis penyebab batuk berdahak dan dada sesak.

Cara terbaik untuk menggunakan minyak ini adalah untuk menghirup uapnya. Tambahkan beberapa tetes minyak eucalyptus ke dalam panci besar berisi air mendidih. Tutupi kepaladengan handuk dan hirup uap selama 10 menit. Lakukan ini dua kali sehari.

Cengkeh

Campurkan empat tetes minyak cengkeh dan 1 sendok teh madu. Konsumsi ini tiga kali sehari. Cengkeh bisa memberikan hangat ke dalam tenggorokan. Lantaran cengkeh ini memiliki antioksidan, anti-inflamasi, dan sifat antiseptik, yang dapat meredakan infeksi dan, secara bersamaan, menenangkan tenggorokan.

Ekstrak biji jeruk bali

Dalam biji jeruk bali ini terdapat sifat antivirus yang kuat. Inilah mengapa kandungan biji ini banyak terdapat dalam obat semprotan hidung dan tenggorokan. Senyawa biologis utama dalam biji jeruk bali ini diyakini bertanggung jawab atas kemampuannya untuk memberantas penyebab radang tenggorokan dan berbagai radang di saluran napas. Gunakan ekstrak biji jeruk balik dalam bentuk semprot hidung atau tenggorokan empat kali per hari.

Ekstrak bunga echinacea

Dalam bunga echinacea ini terdapat kandungan yang dapat melawan virus dan bakteri penyebab sinusitis. Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa echinacea mengandung zat aktif yang bersifat antivirus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, juga mengurangi rasa sakit dan peradangan Sebaiknya minum suplemen echinacea ketika gejala awal sinusitis dirasakan.

Ketika kondisi dari pernapasan belum juga membaik segera temui dokter.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.